JAMBI,BITNews.id – War On Drugs, Speed Up Never Let Up itulah tagline yang selalu digaungkan oleh BNN dalam upaya pencegahan pemberantasan penyelahgunaan obat terlarang narkotika.
Belakangan ini banyak kita dengar kasus penyalahgunaan obat-obataan atau narkoba menimpa orang dewasa muda, bahkan anak-anak. Hal ini tentu menjadi masalah serius, mengingat masa depan sebuah bangsa ada di tangan mereka.
Dalam hal ini, peran orang tua memiliki andil besar khususnya dalam melindungi anak-anak mereka dari ancaman barang berbahaya tersebut. Atas dasar itulah, di pertemuan kedua kali ini Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi menjalankan Pelaksanaan Fasilitasi Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba Tahun 2023 kepada warga Pulau Kembang Kota Jambi pada Selasa, (21/03/2023).
Ada beberapa fokus yang disampaikan dalam paparan Program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba ini, poinnya para orangtua harus mampu memahami perubahan yang terjadi dianggota keluarganya terutama kepada anak.
Kepada peserta orang tua disampaikan agar bisa memahami diri dengan berbagai hal yang berkaitan dengan tantangan, stres, cara mengatasi stres dan upaya dalam membantu mengatasi stres pada anak, bahkan peran orang tua diharuskan dapat mendorong anggota keluarganya untuk memahami stres masing-masing dan menanganinya agar saling berbagi.
Sementara untuk peserta anak diberikan materi tentang cara mengatasi stres.
“Interaksi antara orang tua dan anak sangatlah penting dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Apalagi transisi perubahan diri dari anak anak menuju dewasa sangat rentan akan pengaruh terhadap lingungkan. Dengan interaksi yang intens anak akan merasa nyaman untuk menceritakan pengalamannya diluar kepada orang tuanya. Untuk itu peran keluarga khususnya orang tua harus bisa mengetahui perubahan kecil yang terjadi dari setiap anggota keluarganya,” ujar Kepala BNN Kota Jambi AKBP. Katino.
Dengan perhatian-perhatian kecil seperti mengirim pesan, menelfon anaknya, dan mengisi waktu libur dengan mengajaknya menonton film bersama, sehingga anak merasa diperhatikan dengan begitu anak akan merasa nyaman sehingga dia tidak hanya akan menganggap orangtuanya sebagai orangtua namun juga sebagai sahabat. Dengan begitu masalah bahkan stress yang dihadapi dari anggota keluarga dapat diatasi. (Hn)
