Kepala Bulog Jambi Pastikan Pasokan Stok Beras Aman Untuk 4 Bulan ke Depan

JAMBI, BITNews.id – Ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Gudang Bulog Jambi aman setidaknya selama hingga empat bulan kedepan. Hal tersebut disampaikan Kepala Perum Bulog Kanwil Jambi, Defrizal, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (30/09/2022).

“Yang pasti untuk empat bulan ke depan, (ketersediaan beras) sangat aman. Dan masyarakat jangan khawatir terkait dengan cadangan beras medium Bulog itu, karena tersebar digudang kita diseluruh Jambi,” kata Defrizal.

Baca Juga :  Jelang Kunjungan Presiden RI di Jambi, TNI-Polri Laksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan

Hingga saat ini, jumlah stok beras yang tersimpan di gudang-gudang Bulog sebanyak 5.000 ton. Jika dirincikan 4.800 ton beras Medium dan 200 ton beras Premium Komersil. Dengan itu, rata-rata Bulog Jambi menyalurkan beras kepada masyarakat dalam perbulannya yakni sebanyak 1.200 ton.

“Untuk pendistribusian juga tidak ada masalah, karena Bulog bukan hanya bergerak di CBP saja, kita sudah bergerak ke bisnis atau komersil. Karena Bulog sekarang sudah BUMN,” katanya.

Baca Juga :  Wagub Sani: Nilai Kejujuran Wujudkan Keluarga Berintegritas Anti Korupsi

Dalam waktu dekat ini, ia mengatakan, pihaknya akan menambah stok beras yang berasal dari Provinsi Lampung, yakni sebanyak 2.000 ton.

“Kita juga lakukan Mobilisasi Nasional (Mobnas) dari Lampung, karena pergesaran stok dari Bulog tetangga yang merupakan daerah sentra produksi beras,” kata dia.

Disamping itu, lanjut Defrizal saat ini ada 5 Gudang Bulog yang tersebar di Jambi, diantaranya yakni Gudang Bulog di Kota membawahi Kabupaten Batanghari dan Muaro Jambi.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Tekankan Transparansi dalam PPDB

Sementara Gudang Bulog di Tungkal, Tanjab barat membawahi Tanjab Timur, Gudang Bulog di Bungo membawahi Tebo, Gudang Bulog di Sarko membawahi Merangin, dan Gudang Bulog di Kerinci membawahi Sungai Penuh.

“Ini semua sifatnya refolping, kalau kurang tambah lagi. Minimal stok beras di Bulog harus tersedia tiga bulan ke depan,” pungkasnya. (Den)