TANJABTIM,BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui Kesbangpol, mengadakan Rapat Koordinasi Forkopimda terkait Penanganan Potensi Gangguan Keamanan dan Konflik Sosial Pemilu 2024.
Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Badan Kesbangpol, Baharuddin, Pabung Kodim 0419/Tanjab Mayor Inf Ahmad Riadh, Kabag Ops Polres Tanjab Timur Kompol Mukhlis Gea, Camat Dendang Surya Aldian, Staf Kasi Intel Kejari Tanjung Jabung Timur Amin Lufti, serta tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama.
Rapat Koordinasi diadakan di Aula Kantor Camat Dendang pada Kamis, 23 November 2023. Dalam rapat ini, dimaksudkan untuk membahas perkembangan isu politik menjelang Pemilu Serentak 2024 sebagai salah satu cara untuk mengetahui kondisi politik dan keamanan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sekretaris Badan Kesbangpol, Baharuddin, yang mewakili Bupati Tanjung Jabung Timur, Romi Hariyanto, menjelaskan bahwa pencegahan dan deteksi dini menjelang pemilu serentak tahun 2024 sangat penting karena gejolak konflik politik yang signifikan. Hal ini harus diwaspadai agar tidak menimbulkan konflik yang berkelanjutan.
“Potensi konflik pada Pemilu 2024 mendatang sangatlah banyak karena banyak kelompok masyarakat yang membentuk simpatisan terhadap para bakal calon baik legislatif maupun eksekutif. Black Campaign adalah upaya politik untuk merusak dengan cara propaganda negatif serta menyebarkan kabar burung tanpa dukungan dan fakta yang jelas. Hal ini harus diwaspadai menjelang Pemilu Serentak 2024,” tuturnya.
Baharuddin meminta TNI, Polri, ASN, dan penyelenggara Pemilu untuk tidak ikut berkampanye. Sementara itu, dia juga menyebut bahwa masyarakat harus mengawasi netralitas penyelenggara pemilu dalam pelaksanaan Pemilu 2024.
Diharapkan para penyelenggara harus berkomitmen untuk melaksanakan pesta demokrasi agar hidup dan makin berkualitas, sehingga mampu melahirkan pemerintahan yang memiliki legitimasi kuat.
“Pemilu berkualitas merupakan tanggung jawab kita bersama dalam mencegah potensi konflik di masyarakat. Kita harus mengawasi tahapan-tahapan yang sedang berjalan agar tidak terjadi kecurangan terhadap penyelenggaraan Pemilu. Potensi konflik pada Pemilu sering terjadi di masyarakat dan disebut sebagai serangan pajar atau money politic. Hal ini harus diwaspadai bersama untuk menjaga kondusivitas wilayah,” jelas Baharuddin.
Bupati Kabupaten Tanjab Timur, Romi Hariyanto, juga memberikan dukungan terhadap kesuksesan Pemilu. Ia menekankan pada sinergisitas antara Forkopimda dan Forkopimca di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Harapannya, Pemilu 2024 bisa berjalan aman, lancar, dan menghasilkan para pimpinan yang amanah.
Melalui Badan Rapat Koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur akan melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara terkait pelaksanaan tahapan Pemilu. Tujuannya adalah agar pelaksanaan Pemilu dapat terlaksana dengan sukses.
Disamping itu, dari sisi penyelenggara telah dilakukan pemetaan berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu di setiap desa. Kemudian, dari sisi penyelenggara akan dilakukan koordinasi apabila terjadi kendala saat pelaksanaan tahapan Pemilu. (Hn)
