LABUSEL,BITNews.id – Sehari sebelumnya, mahasiswa mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Labuhanbatu Selatan (Amal-s) melakukan unjuk rasa di depan kantor Bupati Labuhanbatu Selatan.
Dalam tuntutannya, Mahasiswa meminta Bupati Labusel untuk transparan dalam pembagian Beasiswa dan meminta Bupati Labusel untuk mencopot Kepala dinas PU-PR labusel karena banyak bagunan yang tak sesuai kebutuhan dan tidak tepat sasaran.
Pantau awak media dilapangan hari ini, puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Labusel lagi melakukan aksi unjuk rasa didepan Kantor Bupati Labuhanbatu Selatan, di Desa Sosopan Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara Jum’at (20/5/2022).
Pada aksi tersebut, PMII meminta Bupati agar memberhentikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Labusel terkait adanya dugaan jual beli jabatan dan memberhentihan tujuh orang yang diduga terlibat dalam membeli jabatan.
“Jika ada yang tidak menerima aspirasi kami, maka kami akan melakukan aksi lagi dengan massa yang lebih besar lagi dan kami berharap agar pihak Pemkab Labusel dapat menerima aspirasi yang kami sampaikan saat ini,” ungkap koordinator Lapangan, Eka Yuliawan saat dikonfirmasi disela aksi unjuk rasa.
Eka juga menyampaikan bahwa sebagai Mahasiswa orang yang lahir dari masyarakat harus berperan aktif pula dalam masyarakat.
“Sebagai sosok akademesi sudah seharusnya kami peduli terhadap kehidupan sosial dan bangsa. Mahasiswa harus berpikir lebih kritis terhadap masalah-masalah sosial yang menjadikan masyarakat sebagai korbannya. Mahasiwa harus melindungi dan membela masyarakat agar tidak dibodohi oleh pihak-pihak tertentu,” pungkas eka.
Setelah berjelang beberapa waktu menyampaikan orasi didepan gerbang Kantor Bupati, Mahasiswa disambut oleh sekjen Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Labusel, Hamkanuddin Siregar menyampaikan sampai saat ini kami belum ada mendapat informasi bahwa adanya jual beli jabatan tersebut.
“Saat ini kami belum mendapat informasi bahwa adanya jual beli jabatan, Anspirasi ini kepada atasan,” tegasnya.
Usai menggelar aksi didepan pintu gerbang Kantor Bupati, para pengunjuk rasa akan melanjutkan aksi ke kantor kejari Labuhanbatu Selatan.(Harahap)
