RSUD Raden Mattaher Targetkan Pemenuhan 12 Standar KRIS

JAMBI,BITNews.id – Ambisi RSUD Raden Mattaher untuk menerapkan 12 indikator Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) secara sempurna masih terbentur realitas infrastruktur. Sebagai rumah sakit dengan bangunan lama, proses penyesuaian struktural membutuhkan anggaran besar dan waktu yang tidak singkat.

Plt Direktur RSUD Raden Mattaher, Dr. dr. Ike Silviana, mengungkapkan bahwa dari 12 standar yang diwajibkan Kemenkes, masih ada 6 indikator yang belum optimal dan harus dilengkapi. Kendala fisik menjadi hambatan utama, seperti ukuran pintu kamar mandi yang belum bisa dilewati kursi roda hingga dinding kamar yang masih berpori.

Baca Juga :  Hadiri HUT ke-49 PPNI Tingkat Provinsi Jambi, Ini Harapan Bupati Adirozal

“Kondisi bangunan saat ini adalah bangunan lama yang membutuhkan penyesuaian struktural tidak mudah. Selain masalah pembiayaan, kami juga menghadapi tantangan dalam penyediaan fasilitas nurse call (bel perawat) yang belum merata di seluruh kamar,” papar Dr. Ike yang juga menjabat sebagai Kadinkes Provinsi Jambi.

Selain faktor fisik dan biaya, manajemen rumah sakit pelat merah ini juga menyoroti tantangan sosial berupa adaptasi budaya pasien. Sistem KRIS yang mensyaratkan satu kamar berisi maksimal empat tempat tidur menuntut penyesuaian perilaku dan kebiasaan pasien selama masa perawatan.

Baca Juga :  KPU Nisel Gelar PSU Pemilu 2024 Khusus DPRD Kabupaten di Kecamatan Simuk

“Kami terus berupaya melakukan pembenahan bertahap. Target kami adalah pemenuhan seluruh indikator agar standar pelayanan kesehatan yang optimal dapat dirasakan masyarakat tanpa terkendala fasilitas bangunan,” pungkasnya. (adv)