Sebelum Ada Hewan Terinfeksi PMK, Polres Lamteng Gerakkan Pencegahan Dan Pemantauan Hewan Ternak

LAMPUNG TENGAH, BITNews.id – Tidak ingin kecolongan, Polres Lampung Tengah, Gerakkan anggotanya untuk terus melakukan pencegahan dan pemantauan terkait wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Lampung Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki hewan ternak sapi terbesar di provinsi Lampung. Dengan jumlah 343.049 ekor sapi di peternakan rakyat.

Dalam hal ini, Melalui para Kanit Binmas dan jajaran di tiap Polsek yang ada di Lampung Tengah, melakukan pendampingan hingga memberikan imbauan dan pengawasan terkait penyakit PMK kepada masyarakat, utamanya peternak.

Baca Juga :  Bahas Penanggulangan Bencana di Indonesia, SPPK Polri Gelar Dialog Kebangsaan

“Kami terus melakukan antisipasi, sebagai upaya pencegahan penularan PMK pada ternak, di wilayah hukum Polres Lampung Tengah. Karena disini untuk ternak sapi, populasinya cukup tinggi,” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, (4/6/2022).

Para anggota, melakukan pendampingan serta pengawasan bersama pihak terkait, dalam hal ini para petugas dari Dinas Perkebunan dan Peternakan. Selain itu juha melakukan pendampingan kepada para peternak.

Baca Juga :  Polsek Tebing Tinggi Kawal Pelaksanaan Vaksin PMK

“Kami terus melakukan pengawasan dan pendampingan, terkait wabah PMK. Dengan pola terintegrasi, bersama semua stake holder terkait. Hingga saat ini, belum di temukan ternak yang ada di Lamteng, terinfeksi PMK,” imbuhnya.

Petugas berkeliling memberikan himbauan secara door to door kepada masyarakat (peternak) untuk memastikan kandang selalu dibersihkan, makanan dan vitamin harus di perhatikan.

“Apabila ada gejala pada hewan ternaknya yang mengarah pada penyakit tersebut agar segera melaporkan ke perangkat kampung atau Bhabinkamtibmas untuk penanganan lebih lanjut oleh Dinas terkait,” tutup kapolres.

Baca Juga :  Bupati Anwar Sadat Apresiasi Terhadap Program BSI

Sementara, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Taruna Bifi Kopwari menerangkan bahwa belum ada laporan ternak yang terinfeksi di Lampung Tengah.

“Sampai saat ini belum ada yang melaporkan hewan yang terindikasi PMK. Untuk vaksin, kami menunggu kabar lebih lanjut dari pusat,” terangnya.(iswan)