Seekor Anak Gajah Ditemukan Membusuk di Kebun Karet Milik Warga

JAMBI,BITNews.id – Seekor gajah jantan berusia sekitar 5 tahun ditemukan mati di area kebun karet milik warga yang berada di Desa Suo -Suo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Minggu (28/08/2022). Bangkai satwa ini pertama kali ditemukan oleh warga.

Warga bernama Lidar awalnya melihat seekor gajah berdiri di sekitar kebun tersebut. Karena takut, ia menghindar dan pulang.

Lalu, pada hari Minggu, anak Lidar yang mengambil kabau di kebun, mencium bau bangkai. Setelah diperiksa, ternyata bau busuk ini berasal dari bangkai seekor anak gajah.

Baca Juga :  Qurban di Kabupaten Tanjab Timur Capai 932 Ekor

“Mendapatkan laporan tersebut, pada hari yang sama, petugas PIKG melakukan verifikasi laporan tersebut, dan menemukan gajah mati di Desa Suo Suo yang merupakan kawasan APL,” kata Kasi Wilayah II BKSDA Jambi, Didi Bangkit Kurniawan, Jumat (02/09/2022).

Gajah yang berusia 5 tahun ini belum memiliki gading. Sesuai hasil pemeriksaan dokter, ia diperkirakan sudah mati selama 4 hari sebelum ditemukan. Tidak ada indikasi luka lebam, luka sayatan, dan luka luar lainnya, pada tubuh satwa tersebut.

Baca Juga :  Perayaan HUT RI ke 78 Belangsung Meriah, Ketua Karang Taruna Kecamatan Geragai Ucapkan Terimakasih

“Saat tim di lokasi, pada satwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sesuai temuan rekan kita di lapangan, gajah ini belum ada gading,” kata Didi.

Tim dokter dari BKSDA Jambi kemudian melakukan nekropsi, dan mengirimkan sampel ke Pusat Studi Satwa Primata Bogor, untuk mengetahui penyebab kematian hewan mamalia itu.

Berdasarkan tracking dengan GPS collar, kelompok gajah yang terakhir berada di sekitar kebun karet itu, yakni kelompok gajah Ginting, Mutiara, dan Quinn.

Baca Juga :  Kapolda Jambi Pimpin Langsung Pembukaan Monitoring dan Evaluasi IKPA T.A. 2023 dan Akselerasi IKPA T.A. 2024

Saat ini terdapat 90 sampai 120 ekor gajah Sumatera yang menghuni Taman Nasional Bukit Tigapuluh. Masyarakat yang tinggal di sekitarnya mulai menggunakan bahan-bahan yang tidak membahayakan gajah.

“Kami berharap di kesempatan yang akan datang tidak ada lagi kematian yang gajah liar karena sebab-sebab yang tidak alamiah,” tutur Didi. (Bhj)