Serap Aspirasi di UMJ, Rocky Candra Bahas Penguatan Ideologi Pancasila

JAMBI, BITNews.id – Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Undang-Undang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU BPIP) harus melibatkan partisipasi publik, termasuk kalangan mahasiswa.

Pernyataan itu disampaikan Rocky dalam kegiatan serap aspirasi publik yang digelar bersama mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Jambi (UMJ) pada Jumat (17/10/2025).

“Hari ini kami dari legislatif meminta partisipasi kepada adik-adik mahasiswa untuk memberikan masukan terkait rancangan undang-undang pembinaan ideologi Pancasila,” ujar Rocky di hadapan peserta kegiatan.

Baca Juga :  Gubernur Al Haris Launching "Jambi Elok Nian" dan Buka Parade Budaya serta Pameran Jambi Mantap Expo 2026

RUU BPIP Dinilai Penting untuk Penguatan Ideologi Bangsa

Politikus Partai Gerindra itu menjelaskan, keterlibatan publik dalam pembahasan RUU BPIP sangat penting karena aturan tersebut nantinya akan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

“Kenapa perlu partisipasi? Karena yang akan menjalankan undang-undang ini adalah seluruh rakyat Indonesia, termasuk adik-adik mahasiswa,” jelas Rocky.

Ia menambahkan, urgensi undang-undang ini terletak pada upaya memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, di tengah derasnya arus ideologi global yang masuk melalui berbagai media.

Baca Juga :  Cegah Penyalahgunaan BBM, Pemkot Jambi Terapkan Sistem SIPOLAR

“Gempuran ideologi asing melalui media sosial dan tulisan dari luar negeri menjadi tantangan bagi kita semua. Karena itu, negara perlu hadir menjaga nilai Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945,” tegasnya.

Sekretaris Jenderal Tunas Indonesia Raya (TIDAR) itu menyebut, Universitas Muhammadiyah Jambi merupakan kampus pertama yang dikunjunginya untuk membahas penguatan moral Pancasila melalui RUU BPIP.

Baca Juga :  DPRD Bengkulu Sampaikan 8 Poin Aspirasi Masyarakat kepada Gubernur Rohidin Mersyah

Rocky berencana melanjutkan dialog serupa ke berbagai perguruan tinggi lain di Indonesia.

“Tentu saja kegiatan seperti ini tidak berhenti di sini. Kami akan mengunjungi kampus-kampus lain untuk mendengar langsung aspirasi mahasiswa,” katanya menegaskan.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari civitas akademika UMJ yang menilai dialog kebangsaan seperti ini penting untuk menumbuhkan kesadaran ideologis di kalangan generasi muda. (Red)