JAMBI,BITNews.id – Desa Muara Jambi, Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi, punya keunikan untuk merayakan Idul Fitri. Setiap tahun saat hari kemenangan itu, warga Desa Muara Jambi menggelar main Topeng Labu.
Berbagai permainan alat musik, seperti gendang, gong, dan sebagainya, mengiringi tradisi penggunaan Topeng Labu hari ini, Senin (2/5) sore. Sembari menari, para pemain Topeng Labu bersilaturahmi dengan warga yang menunggu di teras rumah.
“Setiap di rumah masyarakat, kita singgah, dan menari. Karena rumah masyarakat mempunyai teras, masyarakat menunggu di situ. Diiringi musik, dan lantunan seperti pantun,” kata pegiat kebudayaan, Mukhtar Hadi yang kerap disapa Borju.
Topeng itu terbuat dari buah labu yang tumbuh di sekitar Desa Muara Jambi. Kulit buah labu yang kering dilukiskan menyerupai berbagai perasaan atau ekspresi manusia.
“Labu ini ditanam petani di sini. Karena perlu banyak resapan air, ditanam di pinggir sawah. Tumbuh menjalar. Orang kampung sini menyebutnya labu manis. Motifnya sesuai perasaan manusia, seperti muak, gembira, rasa bahagia, ada juga sosok menyeramkan, ada juga lucu,” ungkap Borju.
Ia mengatakan pergelaran main Topeng Labu kini dengan tagline “Memanusiakan Manusia”. Ada sekitar 50 orang yang terlibat dalam tradisi Topeng Labu kali ini.
“Ini sengaja kita buat lebih akbar. Regenerasi. Kalau sebelumnya kelompok remaja, sekarang anak sekolah dasar kita libatkan,” tuturnya.
Pagelaran main Topeng Labu tahun lalu, kata Borju, diiringi kampanye protokol kesehatan. Apalagi silahturahmi dengan menggunakan Topeng Labu, sejatinya sesuai dengan protokol kesehatan saat pandemi COVID-19.
“Tahun lalu, 2020 dan 2021, dengan suasana pandemi COVID-19, kita ikut berkampanye protokol kesehatan. Topeng Labu dengan keadaan pandemi seperti ada koneksi. Konsep masker yang dipakai saat pandemi itu sudah diterapkan,” ujar Borju.
Sementara itu, Harizan selaku peserta Topeng Labu, mengaku sangat antusias mengikuti tradisi tersebut. Ia berharap tradisi ini terus berlanjut dengan semangat generasi untuk melestarikannya.
“Harapan ada generasi dengan semangatnya untuk melestarikan kebudayaan di Desa Muara Jambi. Ini tidak sulit, cuma perjalanan menelusuri kampung saja jauh,” tuturnya.(Sob/Bhj)
