CIAMIS, BITNews.id.– Sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @giant_hanukh pada Sabtu (7/12/2024) pukul 15.25 WIB menjadi viral, dengan jumlah penayangan mencapai lebih dari 150 ribu kali.
Video ini memicu diskusi hangat di kalangan warganet, karena menampilkan keluhan seorang pria paruh baya, Alimudin, warga Linggamanik, RT 02/07, Desa Panyingkiran, Ciamis, yang mengaku mengalami gangguan penglihatan setelah menerima obat dari sebuah rumah sakit di wilayah tersebut.
Dalam video berdurasi singkat itu, Alimudin mengungkapkan bahwa masalah penglihatannya muncul setelah ia menjalani perawatan inap di rumah sakit tersebut. Ia menduga bahwa gangguan tersebut dipicu oleh kesalahan diagnosis, yang berujung pada pemberian obat yang tidak sesuai.
“Sejak diberikan obat itu, saya mulai mengalami gangguan penglihatan. Saya rasa ini karena diagnosa awal yang kurang tepat,” ujar Alimudin.
Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit sempat menawarkan kompensasi, namun ia memilih untuk menolaknya.
Akun TikTok @giant_hanukh, yang mengunggah video ini, menyatakan bahwa unggahan tersebut dibuat berdasarkan penjelasan langsung dari Alimudin terkait insiden yang dialaminya.
@giant_henukhPART 1 beliau adalah sang maestro angklung yang bisa juga di sebut maskot ciamis, karna beliau mengajar di bukan kanya di ciamis. bahkan pernah membawa harum nama ciamis sampai luar negri tapi sekarang sang maestro terkapar akibat kelalalian RSDK yang salah mendiagnosa beliau♬ suara asli – Gian F Henukh
Di sisi lain, Fauzi, seorang relawan yang kerap mendampingi pasien dari kalangan kurang mampu, memberikan pandangannya mengenai kasus ini. Menurut Fauzi, rumah sakit yang disebut dalam video selama ini memiliki reputasi baik dalam menangani pasien.
“Saya sudah banyak mendampingi pasien ke rumah sakit itu, dan sejauh ini tidak pernah ada kendala. Meski begitu, komunikasi dan koordinasi dengan pasien memang harus terus ditingkatkan,” katanya.
Sementara itu, rumah sakit melalui wakil direktur umum saat ditemui BITNews.id memberikan tanggapan singkat terkait tuduhan ini.
“Kami dari pihak rumah sakit terbuka untuk berdialog dengan Pak Alimudin, jika memang ada keluhan yang ingin disampaikan,” ujarnya.
Kasus ini menjadi sorotan publik, menggarisbawahi pentingnya ketepatan dalam diagnosis medis dan pemberian obat, serta perlunya komunikasi yang transparan dan akuntabel antara tenaga medis dan pasien.
Warganet berharap agar insiden ini dapat segera diselesaikan dengan cara yang adil dan profesional demi kebaikan kedua belah pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi lebih lanjut dari pihak rumah sakit terkait klaim Alimudin. (Arlga)
