JAMBI,BITNews.id – Gulai talang adalah menu warisan leluhur warga Kecamatan Mersam di Kabupaten Batanghari, Jambi. Tradisi memasak gulai talang biasanya ditujukan untuk makan bersama, atau makan behidang.
Gulai talang biasanya juga dimasak bersama-sama untuk makan siang bersama di kebun, karena talang dalam bahasa Mersam berarti kebun.
Mereka biasa memasak makan siang dari bahan-bahan yang mudah didapat di kebun.
Pada awalnya bahan utama gulai talang adalah daging bebek, karena biasanya petani memelihara bebek dan ayam di kebun mereka.
Selain itu, mereka juga menggunakan ayam hutan dan kancil hasil berburu di kawasan sekitar kebun. Bumbunya sederhana, antara lain garam, bawang merah dan putih, cabai, ketumbar, jahe, kunyit, dan sereh. Rasanya pedas dan segar.
“Gulai talang ini hanya makanan leluhur kami saat di kebun, namun karena cita rasa yang unik dan nikmat, saat ini gulai talang telah menjadi masakan khas di daerah kami,” ujar Bu Aina Thamrin, salah seorang warga Kecamatan Mersam.
Sekarang, warga tidak lagi berburu ayam hutan atau kancil untuk makan siang. Kini warga Mersam sudah mengkreasikan menu tradisional ini.
Daging bebek yang biasa menjadi bahan utama gulai talang, sudah dikresaikan dengan daging ayam, daging sapi, atau daging kerbau. Kini warga setempat punya tradisi makan gulai talang setiap hendak menggelar hajatan.
“Tradisi masak talang itu dilakukan jika ada warga yang hendak menikahkan anaknya,. Tradisi masak talang ini dilakukan pada malam hari sebelum pesta dilakukan,” ujar Bu Aina menambahkan.
Dalam tradisi masak talang, seluruh warga biasanya berkumpul di rumah warga yang memiliki hajatan dan menyantap gulai talang bersama-sama.
Acara makan bersama tersebut oleh warga setempat juga disebut makan behidang. Gulai talang disajikan dalam nampan-nampan bersama nasi dan piring makannya. Satu nampan untuk tiga sampai empat orang. Pada waktu makan behidang, warga makan berkelompok kecil, 3 atau 4 orang menghadap nampannya masing-masing.
Sekarang gulai talang sudah tersedia di rumah makan atau kedai-kedai kuliner, terutama di kedai kuliner menu khas Jambi. Gulai talang kini juga bisa dinikmati di kedai-kedai makan, di sepanjang jalan lintas Batanghari-Tebo.
Gulai Talang kuliner khas Batanghari ini selalu dinanti perantau saat pulang ke Batanghari. Saat pulang dari perantauan, orang-orang Batanghari khususnya kecamatan Mersam selalu mencari gulai ini. Untuk memahami lebih jauh, mari kita memasak gulai talang. Berikut cara pembuatannya.
Kalau ingin mencoba memasak gulai talang siapkanlah bahan-bahan sebagai berikut. Setengah kilo gram daging bebek, 2 sdm minyak goring, dan air secukupnya, kira-kira 3 gelas besar. Untuk bumbu, giling halus 5 siung bawang merah, 2 siung bawang putih, 15 cabe rawit hijau, 1 cm jahe, 2 cm kunyit, 1 sdt ketumbar, dan garam secukupnya. Jangan lupa 2 lembar daun jeruk dan 1 batang serai. Untuk pengolahannya kita memerlukan pisau/parang, penggilingan, wajan kuali, dan kompor.
Agar mengahasilkan gulai talang yang lezat, untuk membuatnya ikuti langkah-langkah berikut ini.
Siapkan semua bahan dan bambu. Daging bebek dipotong sesuai selera dan bambunya dihaluskan.
Masukkan minyak ke dalam wajan, lalu tumis bumbu iris hingga kecokelatan, kemudian masukkan bumbu yang dihaluskan, batang serai (geprek dahulu) dan daun jeruk. Tumis hingga harum.
Masukkan daging bebek yang sudah dipotong-potong, lalu aduk supaya bumbu meresap dan merata sehingga masakan tidak gosong.
Masukkan air dan ungkap dengan api kecil sampai daging bebek empuk. Tambahkan air lagi jika dirasa kurang karena daging bebek belum juga empuk.
Sajikan ke dalam piring dan nasi panas, gulai talang siap disantap.
Penulis Emiwati, S. Pd
Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Universitas Sriwijaya
