Selain Tarif Listrik dan Pertalite, Harga LPG 3 Kg Juga Bakal Naik

BITNews.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, membeberkan rencana penyesuaian harga LPG 3 Kg subsidi dalam waktu dekat. Hal ini merespons kenaikan harga minyak dunia karena konflik geopolitik.

Arifin menjelaskan strategi pemerintah dalam menghadapi kenaikan harga minyak dunia dari beberapa sektor energi, salah satunya untuk menjaga ketersediaan pasokan dan mengurangi impor LPG.

“Dalam jangka pendek meningkatkan pengawasan distribusi LPG 3 Kg dengan kerja sama dengan aparat penegak hukum, uji coba penjualan dengan MyPertamina di 34 kab/kota, dan penyesuaian formula LPG 3 Kg,” paparnya saat rapat dengan Komisi VII DPR dilansir pada kumparan.com Rabu (13/4).

Baca Juga :  Sektor Jasa Keuangan Stabil dan Berdaya Tahan Turut Mendukung Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Selain jangka pendek, strategi juga dilakukan dalam jangka menengah dan panjang seperti substitusi LPG dengan kompor induksi dan jargas (jaringan gas alam), subsidi langsung LPG ke penerima, substitusi dengan DME, serta percepatan program biogas.

“Lalu penyesuaian harga jual eceran untuk mengurangi tekanan APBN dan menjaga inflasi,” lanjut Arifin.

Dalam kesempatan sama, Anggota Komisi VII DPR RI Diah Nurwitasari ingin memastikan soal rencana kenaikan harga tersebut. Dia bertanya apakah penyesuaian formula LPG 3 Kg yang dikatakan Arifin merupakan penyesuaian harga.

Menjawab pertanyaan Diah, Arifin membenarkan bahwa rencana penyesuaian formula LPG 3 Kg adalah penyesuaian harga. Dengan begitu, ada kemungkinan harga naik melihat tren perkembangan harga minyak dan gas dunia.

Baca Juga :  Gelar TFG, Kapolri Tekankan Personel Harus Pahami Tugas dan Cara Bertindak saat Amankan KTT ASEAN

“Kita akan lihat perkembangan dari konflik geopolitik ini, kalau berkembang terus kemungkinan terjadi. Misal kenaikan harga minyak dunia pada saat itu mungkin anggaran tidak mencukupi, perlu kita kalkulasikan dan penyesuaian kembali,” jelasnya.

Selain konflik geopolitik, Arifin melihat urgensi kenaikan LPG 3 Kg adalah karena disparitas atau perbedaan harga yang besar antara LPG subsidi dan non subsidi yang sudah beberapa kali harganya naik.

“Karena kenaikan harga LPG nonsubsidi 12 kg, kemudian terjadi migrasi (perpindahan konsumsi ke LPG subsidi),” tuturnya.

Dalam pemaparannya kepada Komisi VII DPR, Arifin berkata konflik geopolitik Rusia dan Ukraina mengerek harga minyak mentah Indonesia (ICP/Indonesia Crude Price) sampai Maret 2022 mencapai USD 98,4 per barel.

Baca Juga :  Kapolri Minta Jajaran Terus Bantu Warga dan Gelorakan 'Ayo Pakai Masker dan Ayo Segera Vaksin'

Dia juga menuturkan, realisasi ICP tersebut berada jauh di atas asumsi APBN 2022 yang hanya USD 63 per barel. Selain itu, rata-rata harga CP Aramco LPG juga mencapai USD 839,6 per metrik ton, jauh di atas asumsi awal pemerintah yaitu USD 569 per metrik ton.

Kondisi ini pun menjadi dasar pemerintah menetapkan serangkaian strategi. Selain penyesuaian harga LPG 3 kg tersebut, Arifin juga membeberkan rencana penerapan tariff adjustment atau penyesuaian tarif listrik di tahun 2022 ini, dan penyesuaian harga BBM Pertalite dan Solar dalam jangka menengah dan panjang. (sumber:kumparan)