JAKARTA, BITNews.id – Forum Keluarga Paranormal dan Penyembuh Alternatif Indonesia (FKPPAI) merayakan hari jadinya yang ke-24 dengan menggelar acara apresiasi khusus bagi para pelestari budaya, praktisi paranormal, dan penyembuh alternatif.
Acara ini menjadi momen penting untuk mengapresiasi mereka yang berkontribusi dalam menjaga warisan tradisional dan kearifan lokal di Indonesia.
Purnawirawan Jenderal TNI Wiranto, selaku Dewan Pembina FKPPAI, hadir secara langsung untuk memberikan penghargaan kepada para penerima. Dalam sambutannya, Wiranto menekankan pentingnya melestarikan warisan budaya dan nilai-nilai spiritual bangsa.
“Praktik-praktik tradisional yang telah berakar selama berabad-abad ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa kita,” ujarnya.
Penghargaan kali ini diberikan kepada individu-individu yang telah menunjukkan dedikasi dalam mengembangkan pengobatan alternatif, memberikan edukasi kepada masyarakat, dan mempopulerkan praktik berbasis kearifan lokal. FKPPAI berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi para praktisi untuk terus berkontribusi dalam pelestarian budaya dan pengobatan alternatif.
Perwakilan FKPPAI dari DPD Jambi turut ambil bagian dalam acara tersebut, di antaranya:
- Syem Ali Syafi (Ketua FKPPAI DPD Jambi)
- Agus Suhada (Ketua DPC FKPPAI Tanjab Barat)
- Erwin (Pembina FKPPAI DPD Jambi)
- Ki Sawang Jati (Penasihat FKPPAI DPD Jambi)
- Ki Lambe Sena (Sekretaris FKPPAI DPD Jambi)
- Tiga anggota FKPPAI DPD Jambi lainnya.
Sebagai kenang-kenangan, Syem Ali Syafi menyerahkan cenderamata berupa batik tulis khas Jambi kepada Wiranto. Pada kesempatan yang sama, penghargaan The Best Spiritual Berprestasi Indonesia 2025 diraih oleh Ki Sawang Jati, sedangkan Erwin menerima penghargaan Citra Peduli Bangsa Berprestasi.
FKPPAI berkomitmen untuk terus mempererat hubungan antara para praktisi, penyembuh alternatif, dan masyarakat guna memperkenalkan manfaat pengobatan tradisional yang telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan. Organisasi ini juga bertekad untuk terus mengadakan acara serupa demi pelestarian keilmuan dan budaya tradisional di Indonesia. (*)
