BITNews.id – Menko Polhukam Mahfud MD menyebut bahwa simbol tanah dan air yang akan dibawa oleh para gubernur ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan melambangkan kesatuan sebagai sebuah negara dalam keberagaman.
Hal itu disampaikan Mahfud saat memberikan sambutan pada acara Ramah Taman Gubernur dan Forkopimda Provinsi Bengkulu, di Balai Semarak. Dalam acara itu, Mahfud menjadi saksi penyerahan tanah dan air oleh Ketua Badan Masyarakat Adat Bengkulu kepada Gubernur Bengkulu, Sabtu (12/3).
“Dari Bengkulu, dari Papua Barat, dari Papua, dari Kalimantan, dari Sumatera Barat, Aceh, semua berkumpul di sana,” ujar Mahfud melalui keterangan tertulisnya, Minggu (13/3).
Karenanya, Mahfud mengajak masyarakat untuk tetap berupaya menjaga tanah air Indonesia dengan keberagaman di dalamnya. Menurut Mahfud, nantinya dua kilogram tanah dan satu liter air yang akan dibawa oleh masing-masing gubernur akan dimasukkan ke dalam Kendi Nusantara yang mewakili seluruh suku dan agama di masing-masing provinsi.
Langkah ini, menurut Mahfud, dalam 100 tahun mendatang akan menjadi suatu cerita yang bakal diceritakan. Yakni, mengenai bagaimana membaurnya seluruh latar belakang bangsa Indonesia di IKN baru.
“Inilah tanah, air kita. Indonesia, Tanah Air. Maka kita harus jaga Tanah Air kita. Simbolik apa yang muncul dari itu? Keberagaman,” kata Mahfud.
“Tidak usah 100 tahunlah, mungkin 30 tahun itu menjadi cerita yang sangat menarik. Bagaimana kita berupacara melalui adat kenegaraan dan keagamaan, digabung di situ, untuk masuk ke ibu kota baru,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Presiden Jokowi akan berkunjung ke IKN Nusantara selama tiga hari, dari 13-15 Maret 2022. Jokowi akan berkemah di titik nol IKN.
Pada Senin (14/3) mendatang, tanah dan air yang dibawa para gubernur akan digunakan dalam ritual adat dengan menuangkannya ke dalam Kendi Nusantara, wadah besar yang terbuat dari tembaga.
Provinsi Bengkulu membawa tanah yang diambil dari tanah Balai Raya Semarak Bengkulu, dan air dari sumur tua di pengasingan Bung Karno serta air dari Danau Dendam Tak Sudah.(kumparan)
