MEKKAH, BITNews.id – Gua Hira, tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali dari Allah SWT, kini menjadi salah satu objek wisata yang terkenal di Arab Saudi. Lokasi gua ini banyak didatangi oleh jemaah haji untuk berziarah.
Gua Hira terletak sekitar 7 km dari Masjidil Haram, tepatnya di Jabal Nur, kawasan Hejaz.
Bagi umat Muslim, Gua Hira adalah tempat yang sangat istimewa dan sering dikunjungi saat berada di tanah suci. Namun, perjalanan ke sana tidaklah mudah karena jalurnya terjal dan menanjak, dengan puncak Jabal Nur mencapai ketinggian 640 meter.
Pengunjung harus mendaki jalan yang dihimpit oleh batu. Ketika mencapai puncak Jabal Nur, mereka harus menuruni tebing yang agak curam.
Untungnya, tangga permanen telah dibangun untuk memudahkan akses ke gua. Ukuran Gua Hira sendiri hanya memiliki lebar 1,6 meter dan panjang 3,7 meter, serta berada di ketinggian 270 meter di punggung Jabal Nur. Gua ini hanya bisa menampung sekitar empat orang.
Dari puncak Jabal Nur, pengunjung dapat melihat pemandangan Masjidil Haram dari kejauhan. Gua Hira memiliki arti penting dalam sejarah Islam karena di sinilah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dari Allah SWT melalui Malaikat Jibril pada usia 40 tahun, yang menandai dimulainya tugas kenabiannya.
Wahyu ini menjadi titik awal bagi agama Islam yang terus bersinar hingga kini. Berdasarkan cerita para sahabat, Nabi Muhammad SAW konon senang berlama-lama berada di Gua Hira.
Bima Erlangga, salah seorang pengunjung Gua Hira, mengungkapkan pengalamannya saat mendaki ke gua tersebut bersama dua rekannya.
“Perjalanan ke Gua Hira memang cukup melelahkan, tapi sangat berkesan. Jalannya cukup terjal dan menantang, tapi begitu sampai di puncak Jabal Nur, pemandangannya luar biasa,” kata Bima kepada media ini melalui whatsApp pribadinya, Senin (27/05/2024).
Rekan Bima, Ahmad, menambahkan, tangga permanen yang ada sangat membantu kami dalam mencapai gua. Meski gua ini kecil, tapi maknanya sangat besar bagi umat Muslim.
Melihat langsung tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama membuat kami merasa sangat dekat dengan sejarah Islam. Ini adalah pengalaman spiritual yang luar biasa,” ungakapnya.
Ketika musim haji tiba, kunjungan wisata religi ke Gua Hira mencapai puncaknya, dengan puluhan ribu orang datang setiap tahunnya untuk melihat gua kecil yang bersejarah ini. (Red)
