Wamenkeu: Perluas Manfaat Bendungan Raknamo untuk Kesejahteraan Masyarakat Kupang

BITNews.id – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara meminta Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Raknamo di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dapat diperluas manfaatnya agar dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kita berharap bahwa bendungan ini kemudian bisa juga dikembangkan lebih lanjut untuk sistem Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan itu nanti potensinya bisa dilakukan,” ujar Wamenkeu dikutip pada laman resmi kemenkeu. Senin (26/09/22).

Baca Juga :  'Rakernas LPTNU': Cara Nahdlatul Ulama Rumuskan Arah Pendidikan Tinggi di Momen Satu Abad NU

Terkait pengembangan SPAM Bendungan Raknamo, Wamenkeu mengatakan penyerapan untuk proyek tersebut telah mencapai 55 persen dari total anggaran APBN yang diberikan yaitu sebesar Rp87 miliar. Harapannya, proyek tersebut dapat selesai pada akhir tahun 2022. Di sisi lain, Wamenkeu berharap Bendungan Raknamo juga dapat dikembangkan menjadi kawasan pariwisata.

“Tentu nanti bagaimana pariwisatanya dapat dipikirkan bersama, sangat terbuka kemungkinannya. Semoga keberadaan bendungan ini bukan hanya sekedar suatu proyek, tapi kemudian menjadi awal dari berbagai macam proyek-proyek lanjutan dan kegiatan ekonomi masyarakat yang bisa menguntungkan bagi masyarakat NTT, khususnya di sekitar sini Kabupaten Kupang dan juga tentu kota Kupang,” kata Wamenkeu.

Baca Juga :  Jasa Raharja Berikan Penghargaan Kepada Polda dan Polres yang Bersinergi Terbaik Tahun 2023

Proyek Bendungan Raknamo merupakan PSN yang dibiayai APBN yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2015 hingga 2018 dengan biaya Rp723 miliar. Bendungan ini berfungsi sebagai irigasi dan pemenuhan air baku. Saat ini, bendungan tersebut telah beroperasi untuk pemenuhan kebutuhan air irigasi di hilir sebesar 840 hektar yang nantinya dapat berkembang menjadi 1.300 hektar. (Sumber:kemenkeu)

Baca Juga :  Perkuat Komitmen Transformasi dan Tata Kelola Modern, Jasa Raharja Gelar Direktorat SUIT Summit 2025