Bahaya Pergaulan Bebas Terhadap Peserta Didik

Oleh : Rezi Rizkia Pratiwi

Usia remaja merupakan usia yang rawan, khususnya dalam pergaulan. Pada masa ini, pergaulan bebas menjadi bahaya utama yang dihadapi di kalangan peserta didik. Tak hanya itu, pergaulan bebas juga menimbulkan kekhawatiran bagi para orang tua.

Usia remaja yang labil memang sangat mudah dipengaruhi dalam pergaulan. Ketika menuju dewasa, anak-anak cenderung hanya memikirkan kesenangan duniawi tanpa memperhatikan dampak negatif yang ditimbulkan dari perbuatan mereka.

Banyak sekali remaja yang terjerumus dalam pergaulan bebas, terutama di kalangan peserta didik atau mahasiswa. Fenomena seperti tawuran hingga budaya seks bebas merupakan salah satu dampak yang ditimbulkan oleh pergaulan bebas.

Saat ini, kebebasan bergaul telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Semua media massa, baik elektronik maupun cetak, dengan leluasa menampilkan hal-hal yang dapat merusak akhlak generasi muda. Oleh karena itu, pendampingan dan perhatian bagi peserta didik yang sedang mencari jati diri sangat diperlukan.

Di zaman yang semakin berkembang dan modern ini, semakin beragam pula tingkah laku serta masalah yang ada di lingkungan sosial, terutama di kalangan peserta didik. Perkembangan tidak selalu membawa hal positif, ada pula dampak negatif yang dapat menyeret peserta didik dalam pergaulan bebas.

Baca Juga :  Orang Kayo Hitam

Pergaulan bebas ini bisa membawa dampak buruk bagi pertumbuhan peserta didik, bahkan dapat memberikan dampak buruk bagi orang lain. Pergaulan bebas yang dilakukan oleh peserta didik biasanya merupakan bagian dari eksistensi diri, pelampiasan emosi, atau rasa kecewa yang dialami. Adapun macam-macam pergaulan bebas seperti penyalahgunaan narkoba, seks bebas, mabuk, dan kenakalan remaja lainnya.

Penyebab pergaulan bebas antara lain kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh teman sebaya, lingkungan sosial yang negatif, keterbatasan pendidikan seksual, budaya populer dan media, kurangnya kegiatan positif, serta keterbatasan pengetahuan tentang risiko pergaulan bebas. Masalah ini sangat kompleks dan disebabkan oleh berbagai faktor.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kerja sama antara orang tua, sekolah, dan masyarakat dalam memberikan pendidikan, pengawasan, dan dukungan emosional yang tepat. Menciptakan lingkungan yang positif dan mendukung akan membantu mencegah peserta didik terjebak dalam pergaulan bebas.

Baca Juga :  Politik Uang Tak Ngaruh untuk Mahasiswa

Dampak pergaulan bebas lebih dari sekadar kenakalan remaja. Dampaknya meluas dan mematikan, meracuni masa depan peserta didik dengan berbagai ancaman, seperti penyakit menular seksual (PMS), kehamilan di luar nikah, gangguan mental, kerusakan reputasi, dan hilangnya fokus belajar.

Peran bersama dalam mengatasi pergaulan bebas sangat penting. Pergaulan bebas bukan hanya masalah individu, tetapi juga tanggung jawab bersama. Peran orang tua, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menyelamatkan generasi muda dengan memberikan pendidikan, pengawasan, serta dukungan yang tepat.

Pencegahan pergaulan bebas di kalangan peserta didik sangat penting karena dapat membawa dampak negatif yang serius. Ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah pergaulan bebas, seperti pendidikan dan kesadaran, peran orang tua, keterlibatan sekolah, dukungan masyarakat, serta pembentukan karakter.

Pencegahan pergaulan bebas memerlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dengan cara yang tepat, kita dapat membantu peserta didik untuk menghindari bahaya pergaulan bebas dan mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Mari kita bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung bagi generasi muda.

Baca Juga :  Rekomendasi KASN

Kesimpulan dari opini ini adalah bahwa usia remaja rentan terhadap pergaulan bebas, yang dapat mengakibatkan dampak negatif bagi peserta didik maupun orang lain. Remaja mudah terpengaruh dan cenderung hanya memikirkan kesenangan duniawi tanpa memperhatikan dampaknya.

Beberapa dampak negatif dari pergaulan bebas termasuk penyalahgunaan narkoba, seks bebas, mabuk, dan kenakalan lainnya. Kurangnya pengawasan orang tua, pengaruh teman, lingkungan negatif, dan kurangnya pendidikan seksual menjadi penyebab utama pergaulan bebas di kalangan peserta didik.

Pentingnya pendidikan, pengawasan, dan dukungan emosional dari orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk mencegah peserta didik terjerumus dalam pergaulan bebas.

Pergaulan bebas juga dapat menyebabkan penyakit menular seksual, kehamilan remaja, gangguan mental, kerusakan reputasi, dan hilangnya fokus belajar. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk mencegah pergaulan bebas dan menciptakan lingkungan yang positif bagi generasi muda.

Penulis adalah Mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin jambi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusan Manajemen Pendidikan Islam