Oleh : Arie Suriyanto
Kontestasi Politik menjelang Perhelatan Pemilukada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, nampaknya sudah mulai terlihat, hal ini ditandai dengan masih berlangsungnya lobi – lobi para calon untuk mendapatkan dukungan dari Partai Politik untuk maju sebagai calon Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk bertarung melawan kekuatan partai politik.lainnya.
Yang jelas Partai Amanat Nasional (PAN) dengan kekuatan 15 kursi di parlemen, secara otomatis berhak mendapatkan satu tiket pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati tanpa harus berkualisi dengan Partai Poltik lain.
Sementara Partai Politik lainnya masih menyisahkan 15 kursi dari 30 kursi komposisi Anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Apabila melihat komposisi perolehan kursi yang ada di legislatif, tentunya masih ada peluang 2 pasang calon yang tersisa. Namun Politik itu sangat dinamis, bisa saja muncul 2 pasang calon apabila Partai Golkar bergabung dengan PAN artinya 19 kursi sudah terbagi, sementara 11 kursi yang tersisa hanya bisa memajukan satu pasang calon artinya akan terjadi Head to Head sesuai dengan Partai Politik yang akan mengusung.
Sebenarnya Partai Penentu itu ada di Partai Golkar yang bisa membuat 2 pasang calon ataupun 3 pasang calon. Intinya jika Partai Golkar merapat ke Partai PAN, maka di pastikan hanya ada 2 pasang calon.
Lalu siapa saja calon-calon yang diusung oleh Partai Politik yang akan bertarung pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Namun siapapun nantinya yang akan maju dan terpilih sebagai Bupati dan Wakil hendaknya bekerja untuk kepentingan masyarakat dan memiliki komitmen memajukan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Berikut ini saya mencoba membagikan komposisi perolehan kursi Partai Politik di legislatif Tanjung Jabung Timur berdasarkan hasil pemilihan legislatif tahun 2014 :
1. PAN 15 kursi
2. GOLKAR 4 kursi
3. NASDEM 3 kursi
4. GERINDRA 3 kursi
5. PDIP 2 kursi
6. PKB 1 kursi
7. DEMOKRAT 1 kursi
8. PKS 1 kursi
Semoga para pengamat dapat memberikan analisa tentang siapa yang akan berpeluang maju sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Penulis adalah pelaku sejarah pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur
