Kurikulum Merdeka: Antara Inovasi dan Ketimpangan Pelaksanaan

Oleh : Ja’far Maulana Yusuf

Inovasi di Dalam Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka adalah inovasi yang ditujukan untuk memberikan keleluasaan lebih kepada lembaga pendidikan dalam menyusun proses pembelajaran. Langkah ini sangat kreatif karena memberi kesempatan kepada pendidik untuk menyesuaikan konten dengan konteks setempat dan kebutuhan peserta didik.

Dengan partisipasi yang lebih aktif dari guru dan siswa dalam merancang materi, diharapkan dapat meningkatkan relevansi serta efektivitas pendidikan. Keunggulan lain dari Kurikulum Merdeka adalah penekanan pada keterampilan abad ke-21 seperti pemecahan masalah, berpikir kritis, dan daya cipta.

Baca Juga :  Jambi dan Bio Carbon

Kesenjangan Dalam Pelaksanaan

Akan tetapi, di balik potensi inovatif itu, terdapat tantangan signifikan dalam aspek pelaksanaannya. Ketidakmerataan dalam sumber daya manusia dan infrastruktur di berbagai wilayah dapat menghalangi penerapan yang seimbang.

Selain itu, perbedaan dalam derajat pemahaman dan kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum ini juga menjadi tantangan yang unik. Tanpa bimbingan dan pelatihan yang sesuai, sasaran dari Kurikulum Merdeka mungkin tidak tercapai secara optimal.

Baca Juga :  Konsepsi PAM Swakarsa Orde Baru Versus Ide Kritis Jenderal Listyo Sigit

Pendapat dan Saran

Menurut saya, dalam menanggapi isu ini, sangat penting bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menjamin bahwa semua sekolah mendapatkan akses yang setara terhadap sumber daya dan pelatihan yang diperlukan. proses penyebaran, penempatan atau penyaluran fasilitas dan akses pelatihan untuk guru di seluruh wilayah Indonesia perlu dijadikan prioritas utama.

Baca Juga :  Tanjab Timur Dambakan Sosok Pemimpin Daerah yang Dicintai Oleh Masyarakat

Selain itu, pengawasan dan penilaian secara rutin terhadap penerapan Kurikulum Merdeka harus dilakukan untuk mengidentifikasi serta mengatasi masalah yang muncul di lapangan.

Dengan melalui pendekatan yang menyeluruh dan terencana, kendala dalam pelaksanaan dapat dikurangi sehingga manfaat positif dari Kurikulum Merdeka dapat dirasakan oleh setiap siswa di Indonesia.

Penulis adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi