Oleh : Sri Wulandari
Di era digital saat ini ,karakter peserta didik menghadapi tantangan seperti, ketergantungan pada teknologi, anak menjadi malas mengerjakan kegiatan sehari hari ,menggunakan teknologi untuk mengakses informasi, dan terlalu banyak menghabiskan di depan layar sehingga menghambat interaksi sosial.
Membangun karakter peserta didik di era digital dapat membantu kita mengembangkan empati dan toleransi . cara yang dapat di lakukan untuk membangun karakter peserta didik di era digital :
Mengajarkan etika di era digital, seperti menggunakan bahasa yang sopan ,menghormati yang lebih tua, dan menghargai pendapat orang laen.
Teknologi memberikan akses mudah informasi , tetapi juga membuka peluang untuk prilaku negatif, bullying dan penyebaran hoaks.oleh karena itu ,penting bagi pendidik untuk berkolaborasi dalam membangun karakter yang positif .
Pertama ,Pendidikan karakter harus diintegrasikaan ke dalam kurikulum,pengajaran nilai -nilai seperti,empati,dan tanggung jawab di tanamkan sejak dini.
Kedua,siswa harus di ajarkan untuk menggunakan teknologi secara bijak,mereka perlu memahami ,konsekuensi dari Tindakan online mereka,contohnya menjaga privasi dan menghargai orang lain.
Dalam membangun karekter peserta didik di era di gital ada tantangan yang penting dan relavan ,
Disini ada beberapa poin utama yang dapat membantu dalam proses ini :
Pendidikan karakter
Integrasi nilai -nilai moral dapat mengajarkan nilai-nilai seperti kejujuran ,empati,dan tanggung jawab dalam konteks digital.
Kurikulum berbasis karakter dapat memasukan Pendidikan karakter dalam kurikulum untuk membentuk prilaku positif.
Ada beberapa aspek penting dalam membangun karakter peserta didik di era digital :
Pengertian karakter dapat merujuk pada sekumpulan sifat ,nilai dan prilaku yang membedakan individu ,karakter yang baik mencakup nilai -nilai positif seperti kejujuran ,tanggung jawab,kerja keras dan solidaritas.
Dengan tantangan di era digital peserta didik sering terpapar oleh berbagai informasi dan pengaruh dari dunia luar ,kecanduan teknologi ini dapat mengalihkan dari interaksi sosial yang nyata .
Strategi membangun karakter untuk mengatasi tantangan tersebut ada beberapa strategi yang dapat di terapkan dalam membangun karakter peserta didik:
- Pendidikan nilai ke dalam kurikulum adalah Langkah penting Pendidikan dapat mengajarkan nilai-nilai seperti toleransi ,menghargai ,perbedaan ,kerja sama ,dan integritas melalui berbagai metode seperti diskusi ,
- Penggunaan teknologi yang bijak ,mengajarkan peserta didik cara menggunakan teknologi secara bijak sangat penting ini juga termasuk pemahaman tentang etika digital .
- Membangun ruang diskusi ,dapat mendorong siswa untuk terlibat dalam diskusi kritis tentang isu -isu terkini .
Literasi digital mempunyai keterampilan mengakses informasi dalam mencari,menganalisis menggunakan informasi yang akurat relavan dari internet dan etiika digital untuk membantu memahami hak cipta dengan berbagai konten dengan bijak .
Membangun karakter peserta didik di era digital sangat penting untuk memastikan mereka tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang cerdas , ada beberapa contoh cara untuk membangun karakter peserta didik di era digital :
- Proyek kolaboratif ,mengorganisir proyek kelompok Dimana peserta didik harus menggunakan teknologi untuk menyelesaikan sebuah tantangan sosial seperti pembuatan video kampanye tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan .
Ada dampak negatif dan positif dari membangun karakter peserta didik di era digital :
Dampak positif, kesiapan menghadapi tantangan masa depan ,siswa yang memiliki karakter baik lebih siap untuk menghadapi tantangan kerja dan Masyarakat ,berkontribusi secara positif dalam lingkungan mereka.
Dampak negatif,kecanduan digital terlalu banyak waktu yang di habiskan di dunia digital dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional siswa,hingga kurang interaksi langsung dengan teman sebaya .
KESIMPULAN
Dalam konteks pendidikan di era digital, membangun karakter peserta didik merupakan tantangan yang kompleks namun sangat krusial. Karakter peserta didik saat ini terpengaruh oleh berbagai aspek, terutama ketergantungan pada teknologi yang dapat mengurangi interaksi sosial dan motivasi untuk beraktivitas.
Oleh karena itu, upaya untuk membangun karakter harus dimulai dengan integrasi pendidikan karakter ke dalam kurikulum. Pendidikan nilai seperti empati, toleransi, dan tanggung jawab perlu diajarkan sejak dini agar siswa dapat mengembangkan sikap positif dalam menghadapi dunia yang semakin terhubung ini.
Siswa juga perlu dilatih untuk menggunakan teknologi dengan bijak, memahami konsekuensi dari tindakan online, serta menghargai orang lain di dunia maya.
Hal ini penting untuk mengurangi perilaku negatif seperti bullying dan penyebaran informasi yang salah. Pendidik harus berkolaborasi untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pengembangan karakter, di mana siswa dapat terlibat dalam diskusi yang kritis dan konstruktif mengenai isu-isu terkini.
Selain itu, literasi digital harus menjadi bagian dari kurikulum yang membantu siswa dalam mencari dan menganalisis informasi dengan cara yang etis.
Proyek kolaboratif yang memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan tantangan sosial adalah contoh konkret bagaimana karakter dapat dibangun melalui pengalaman praktis. Dampak positif dari upaya ini mencakup kesiapan siswa menghadapi tantangan di masa depan dan kemampuan untuk berkontribusi secara positif dalam masyarakat.
Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam bentuk kecanduan digital yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan emosional siswa. Oleh karena itu, pendekatan holistik yang melibatkan pendidikan karakter, etika digital, dan penggunaan teknologi yang bijak sangat diperlukan.
Dengan demikian, kita tidak hanya membentuk individu yang cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga individu yang memiliki karakter yang kuat dan mampu berinteraksi dengan baik di masyarakat. Membangun karakter peserta didik di era digital adalah investasi penting untuk masa depan yang lebih baik.
Penulis adalah Mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Islam Sulthan Thaha Saifudin Jambi
