Oleh : Nurleli
Pembelajaran QUANTUM adalah pembelajaran yang mampu menciptakan interaksi dan keaktifan peserta didik dapat berkembang, yang pada akhirnya mampu meningkatkan prestasi belajar dengan menyingkirkan hambatan belajar melalui penggunaan cara dan alat yang tepat, sehingga peserta didik dapat belajar secara mudah.
Pada proses pembelajaran quantum, terjadi penyesuaian dan pemberdayaan komunitas belajar, sehingga guru dan peserta didik yang terlibat dalam proses pembelajaran sama-sama merasa senang dan saling bekerja sama untuk mencapai hasil yang maksimal.
Model yang digunakan dalam rancangan penyajian dalam belajar dirangkai menjadi sebuah paket yang multi-sensori, multi-kecerdasan, dan kompatibel dengan otak, mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar.
Tujuan dari pembelajaran quantum adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, menciptakan proses belajar yang menyenangkan, menyesuaikan kemampuan otak dengan apa yang dibutuhkan oleh otak, untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karir, serta untuk membantu mempercepat proses pembelajaran.
Dalam era pendidikan yang terus berkembang, meningkatkan metode pembelajaran peserta didik sangat penting. Kita tidak hanya dihadapkan pada tantangan mengajar, tetapi juga pada kebutuhan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia yang semakin sulit. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah penggunaan metode pembelajaran inovatif seperti quantum teaching.
Quantum teaching menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses belajar. Di sini, guru berperan sebagai pengajar yang tidak hanya menyampaikan materi saja, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang menarik.
Misalnya, tidak hanya menjelaskan materi di depan kelas, guru dapat menggunakan simulasi atau permainan untuk membantu peserta didik memahami konsep yang diajarkan. Pendekatan ini membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar.
Di dalam metode quantum teaching ini terdapat prinsip-prinsip dasar yang harus diterapkan, sebagai berikut: pertama, pendidik akan menerima dunianya sendiri yang akan diperkenalkan kepada orang lain.
Sebagai pengajar, sebaiknya menyiapkan segala sesuatu yang akan dilakukan di dalam kelas dengan semaksimal mungkin. Setiap pengajar menjelaskan materi baru kepada siswa, ia akan memberikan dorongan pada mereka agar lebih efektif. Guru dapat mendorong kemampuan siswa agar siswa lebih percaya diri untuk bertanya dan mengutarakan gagasannya.
Langkah-langkah dasar yang biasa diterapkan pada guru dengan metode quantum teaching antara lain: pertama, tumbuhkan; pendidik harus bisa mulai dengan menarik perhatian siswa melalui pertanyaan atau cerita yang relevan dengan materi.
Kedua, alami; melakukan penerapan kepada siswa dalam pengalaman langsung yang berkaitan dengan pelajaran, seperti studi kasus atau diskusi.
Ketiga, namai; mengenalkan pengalaman baru kepada siswa sehingga pendidik dapat memberikan pemahaman tentang materi atau konteks yang dijelaskan.
Keempat, ajak siswa untuk menerapkan pengetahuan dengan aktivitas atau permainan peran, serta pembelajaran dengan mengulang materi yang telah dijelaskan dan dipahami siswa. Langkah terakhir adalah merayakan pencapaian siswa dengan memberikan apresiasi atas usaha mereka untuk memotivasi peserta didik.
Untuk memastikan semua siswa terlibat dalam quantum teaching, strategi yang harus dilakukan guru, antara lain, diskusi, tanya jawab, menjadikan subjek pelajaran, pengalaman praktis, atau pengalaman langsung yang relevan dengan materi. Juga memvariasikan metode pembelajaran siswa sebagai umpan balik positif untuk meningkatkan kembali kepercayaan diri melalui kelompok belajar.
Diskusi untuk mengukur partisipasi siswa dilakukan melalui observasi langsung, catat tingkat keterlibatan siswa selama pembelajaran, seperti kreativitasnya. Wawancara juga bisa digunakan untuk mengukur partisipasi siswa dan mengumpulkan tingkat belajar siswa. Tes prestasi dilakukan sebelum dan sesudah penerapan quantum teaching untuk menilai pemahaman materi. Terakhir, refleksi; ajak siswa untuk merefleksikan pengalaman mereka setelah siklus pembelajaran.
Tantangan utama dalam mengukur partisipasi siswa adalah adaptasi siswa yang kurang, sehingga siswa merasa bingung atau canggung saat pertama kali menerapkan metode ini. Keterbatasan media juga menjadi tantangan dalam mengukur partisipasi siswa.
Motivasi dan kepercayaan diri dalam diskusi dapat menurunkan tingkat keterlibatan mereka. Variasi pembelajaran dan kurangnya variasi metode pembelajaran juga menjadi tantangan utama. Terakhir, pengelolaan kelas; kesulitan dalam mengatur kelas dan kelompok belajar dapat menyebabkan beberapa siswa tidak terlibat secara aktif.
Metode ini bertujuan untuk meningkatkan minat dan motivasi siswa. Dengan menggunakan penerapan quantum teaching, diharapkan dapat meningkatkan relevansi. Tantangan yang dihadapi meliputi adaptasi siswa dan pengelolaan kelas; namun, manfaatnya dalam menciptakan suasana belajar yang positif sangat besar.
Penulis adalah Mahasiswi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
