Oleh : Arie Suriyanto
Apabila kita mengamati secara Perspektif arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur selama kurun waktu 24 tahun, tentunya akan mengajak kita semua berpikir tentang apa saja yang telah dicapai selama ini.
Pergantian tampuk kepemimpinan pemerintahan setiap lima tahun sekali melalui Pemilihan Kepala Daerah merupakan langkah strategis bagi setiap kepala daerah dalam melakukan berbagai perubahan melalui Arah Kebijakan Pembangunan selama lima tahun memimpin.
Apa yang saya paparkan dibawah ini, tentunya merupakan pandangan yang sangat objektif terhadap kebijakan pembangunan yang dilakukan selama menjadi pemimpin di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pertanyaannya adalah sudah berapa besar kemajuan pembangunan selama kurun waktu 24 tahun. Untuk itu mari kita kupas dan memulai dari awal tentang siapa saja orang-orang yang pernah maupun yang sedang memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur saat ini.
1. Drs.H.Haris Fadillah.
Drs.H.Haris Fadillah merupakan orang yang pertama ditunjuk sebagai Bupati karateker yang mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari kelengkapan kelembagaan sampai pada proses Pemekaran Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
2. Drs. H. Abdullah Hich.
Drs. H. Abdullah Hich merupakan Bupati defenitif pertama yang memimpin selama dua periode dengan meletakkan kerangka dasar arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, melalui berbagai kebijakan pembangunan, diantaranya adalah pembangunan sarana dan prasarana dalam memajukan Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan berhasil meretas keterisolasian membangun sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang bertujuan membuka jalan dari Pelosok Desa ke ibukota Kecamatan sampai menuju ke Ibukota Kabupaten, sehingga wajar, apabila masyarakat menyebut Drs. H. Abdullah Hich sebagai bapak pembangunan Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
3. Zumi Zola Zulkifli, STP. MA,
Zumi Zola Zulkifli, STP. MA merupakan Bupati defenitif kedua yang memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dimana sejumlah program kebijakan pembangunan telah ditorehkannya diantaranya pemberian bantuan alat berat eksavator di setiap kecamatan.
Program Lahan Pangan Pertanian Berkelanjutan (LP2B) seluas 17.000 ribu hektar melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 18 Tahun 2013.
Disamping itu juga Zumi Zola menorehkan program dibidang pertanian melalui Gertak Tanpa Dusta (Gerakan Tanam Serentak Panen Dua Kali Setahun).
Pemberian bantuan sebanyak 2.000 unit perahu nade kepada nelayan Tanjab Timur. Program bantuan santunan kematian bagi setiap anggota keluarga yang meninggal dunia.
4. H. Ambo Tang, SE
H. Ambo Tang, SE merupakan Wakil Bupati yang berpasangan dengan H. Zumi Zola Zulkifli. H. Ambo, SE diangkat sebagai Bupati definitif setelah Zumi Zola Zulkifli maju sebagai calon Gubernur Jambi dan untuk mengisi kekosongan jabatan Bupati, maka H. Ambo Tang diangkat menjadi Bupati, meskipun hanya enam bulan menduduki jabatan Bupati Tanjung Jabung Timur.
5. H. Romi Hariyanto, SE
H. Romi Hariyanto, SE merupakan Bupati Defenitif ke empat yang saat ini memimpin Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk kedua kalinya dengan visi- Merakyat.
Namun sangat disayangkan, bahwa selama sepuluh tahun terakhir ini, dinilai kebijakannya berjalan di tempat.
Bahkan sejumlah Kebijakan Pembangunan yang dicanangkannya mengalami kemunduran, terutama persoalan kerusakan jalan dan jembatan yang merupakan sarana yang sangat vital bagi masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Romi Hariyanto, dinilai telah mengabaikan janji – janji politiknya melalui visi – misi Merakyat, sementara ketika masyarakat mengusulkan berbagai program pembangunan tidak semua terakomodir dengan alasan ketidakmampuan dan keterbatasan anggaran daerah, namun anehnya di tengah-tengah keterbatasan anggaran, justru Romi Hariyanto, memaksakan kehendak membangun Arena Sirkuit Muara Sabak, yang sebenarnya tidak begitu memberikan dampak luas bagi masyarakat Tanjung Jabung Timur, padahal dengan membangun infrastruktur jalan dan jembatan jauh lebih bermanfaat, karena dapat mendorong percepatan pembangunan yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dari ulasan tersebut diatas, tentunya kita dapat melihat tentang seperti apa arah kebijakan pembangunan yang telah dicapai selama kurun waktu 24 tahun Tanjung Jabung Timur sebagai salah satu Kabupaten Pemekaran di wilayah Provinsi Jambi.
Penulis adalah Pemerhati Publik Tanjung Jabung Timur
