Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Berinisiasi Menciptakan Wadah Baru Bagi Mahasiswa

Oleh : Fransisko Chaniago, M.Pd.

Di era globalisasi saat ini, tentunya bahasa asing merupakan bahasa yang harus dikuasai oleh kalangan mahasiswa. Dengan tuntutan tersebut, mau tidak mau atau suka tidak suka, bahasa inggris menjadi modal utama bagi mahasiswa agar mampu memiliki daya saing yang sama dalam rangka menghadapi era globalisasi dengan perkembangannya yang semakin bergerak dan dinamis.

Pentingnya menguasai bahasa inggris bukan hanya dianggap sebagai alat komunikasi saja, melainkan sebagai penunjang bagi mahasiswa untuk menambah khazanah ke ilmuan dalam menghadapi dunia perkuliahan.

Dalam hal ini terkait mengenai referensi, tentunya dengan berstatuskan sebagai mahasiswa yang diakui sebagai kaum intelektual memiliki tuntutan untuk mampu menggunakan literature-literature yang bekelas Internasional sebagai bahan rujukan dalam mengerjakan tugas perkuliahannya.

Ironisnya, masih banyak mahasiswa yang ditemukan tidak mampu menguasai bahasa inggris dan bahkan mengabaikannya.

Hal ini dapat kita lihat pada mata kuliah bahasa inggris atau mata kuliah English For Management dimana dosen yang mengampu mata kuliah tersebut menemukan masih banyak mahasiswa yang tidak bisa berbahasa inggris dan bahkan membaca tulisan bahasa inggris saja masih terbata-bata.

Baca Juga :  Mengatasi Tantangan di Era Digital

Hal ini juga dapat ditemukan ketika mahasiswa menghadapi ujian akhir skripsi. Para tim penguji bukan hanya menguji hasil penelitian skripsi mahasiswanya saja, melainkan menguji kemampuan bahasa asing baik bahasa inggris maupun bahasa arab bagi mahasiswa yang masih banyak tidak mampu menjawab tantangan dari tim pengguji untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan hasil penelitiannya dengan menggunakan bahasa asing tersebut.

Tentunya dengan fenomena tersebut, Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam berinisiasi menjawab apa yang menjadi keresahan bagi mahasiswa saat ini, yaitu dengan menciptakan suatu wadah yang dinamakan “MPI Language Community”.

Lahirnya wadah yang dinamakan MPI Language Community ini merupakan suatu yang tidak disengaja. Disela-sela pada saat dosen-dosen MPI sedang melaksanakan kegiatan NGOMPI MPI yang dilaksanakan dalam satu minggu sekali pada hari jum’at siang jam 13:30-15:00.

Dalam hal ini, Ketua Program Studi Dr. Mahmud MY, M.Pd dan Sekretaris Prodi Uyun Nafiah, M.Pd memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut demi terciptanya Visi, Misi dan Tujuan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam dengan mengeluarkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja baik skala Lokal, Nasional maupun go Internasional.

Baca Juga :  Mendukung Kenaikan Kelas Melalui Pendataan Nilai dan Bimbingan Konseling yang Efektif

Dukungan itu sebagaimana yang telah disampaikan oleh Dr. Mahmud MY, M.Pd yang menyatakan bahwa, dengan hadirnya dosen-dosen muda yang ditempatkan di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam tentu dapat menciptakan suasana baru, keilmuanya yang masih fresh sesuai perkembangan zaman dan tidak kalah pentingnya lagi dosen-dosen muda ini melek terhadap teknologi seingga menjadi harapan besar agar Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang awalmulanya akreditasinya sudah A dan diharapkan berubah menjadi Unggul.

Dengan adanya MPI Language Community tentu akan memberi warna baru bagi Program Studi Manajemen Pendidikan Islam jika mahasiswanya cakap dalam menggunakan bahasa asing, baik bahasa inggris maupun bahasa arab.

Senada dengan apa yang telah disampaikan oleh ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam, selaku sekretaris Prodi Ibu Uyun Nafiah juga menambahkan bawa, dosen-dosen baru yang mengajar di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam hampir semuanya tamatan dari luar Negeri seperti Ajuzar Fiqhi, Indah Nurul Hazairin, Suci dan Husairida tentu menjadi faktor pendukung terlaksananya kegiatan MPI Language Community bagi mahasiswa.

Baca Juga :  Analisis Stategi Promosi dan Kepuasan Nasabah Terhadap Peningkatan Pembiayaan

Bukan hanya mengajari bahasa asing, melainkan yang kita harapkan juga seperti memberikan pengalaman bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam agar termotivasi untuk melanjutkan studinya di luar Negeri.

Dengan keberadaan dosen-dosen muda yang ditempatkan mengajar di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam tentunya memiliki inovasi-inovasi baru dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas mahasiswa.

Keberadaan dosen-dosen baru ini seperti Ajuzar Fiqhi, Indah Nurul Hazairin, Suci dan Husairida merupakan alumni Central Luzon State University Filipina yang diharapkan dapat menciptakan zona baru dengan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki guna dibagikan kepada mahasiswa Program Studi Manajemen Pendidikan Islam yang berada di bawah naungan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi.

Penulis adalah Dosen Program Studi Manajemen Pendidikan Islam