Oleh : Pajar Nur Rahman Sidik
Stand Up Comedy merupakan seni pertunjukan komedi yang di lakukan oleh satu orang di atas panggung (Komika) dengan di lihat atau di tonton oleh banyak orang atau yang sering di sebut dengan (One Man Show).
Stand Up Comedy biasanya membawakan tentang kehidupan sosial masyarakat sehari – hari, dunia politik, hingga keresahan keresahan anak muda dengan di analisis terlebih dahulu dan di kemas dengan komedi.
Di Indonesia sendiri, comedy sudah ada sejak tahun 90an bahkan sebelumnya. Seperti kita ketahui Warkop DKI sudah melekat dan melegenda di masyarakat Indonesia.
Namun awal munculnya Stand Up Comedy di Indonesia muncul sekitar tahun 2011 yang lebih di kenal dengan sebutan SUCI (Stand Up Comedy Indonesia).
Komika terkenal yang mengawali Stand Up Comedy diantaranya ada Ernest Prakasa, Pandji Pragiwaksono, Raditya Dika dengan om Indro Warkop sebagai juri di ajang kompetisi SUCI 1.
Perkembangan Stand Up Comedy di Indonesia selama masa pandemi ialah kebutuhan hiburan masyarakat selama masa pandemi ataupun semasa karantina guna melepaskan segala pikiran yang kacau balau akibat dampak dari pandemi itu sendiri.
Selama pandemi, kegiatan masyarakat untuk bepergian mulai menurun dan di haruskan untuk tetap di rumah.
Hal tersebut yang membuat masyarakat menjadi jenuh dan bosan ketika tidak ada hiburan, maka dari itu kebutuhan hiburan seperti Comedy sangatlah di butuhkan di masa pandemi ini.
Dengan adanya keinginan masyarakat untuk mendapatkan hiburan selama pandemi ini, dapat memicu semangat para komedian atau komika untuk bangkit dan terus berkarya untuk masyarakat.
Stand up comedy di masa pandemi banyak melalui pahitnya akibat Covid-19. Sempat mati suri karena tidak dapat show di panggung atau open mic, namun bukan menjadi penghalang bagi para komika untuk berkarya.
Berbagai macam cara di coba agar tetap menampilkan kemampuan mereka melalui media sosial hingga sudah di perbolehkan mengadakan acara stand up comedy namun tidak ada penonton akibat adanya pembatasan sosial agar tidak terjadinya kerumunan di masa pandemi.
Banyaknya kelebihan dan kekurangan ketika tidak adanya penonton menjadi pekerjaan rumah bagi para komika untuk tetap memberikan hiburan kepada masyarakat agar tidak ada kejenuhan di masa pandemi.
Penulis adalah Mahasiswa Universitas Pamulang
