BITNews.id – Proyek pembangunan Embung pengairan sawah dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari yang berlokasi di Desa Ture RT 08 Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi diduga bermasalah, pasalnya embung pertanian tersebut ternyata tidak berfungsi sama sekali semenjak di bangun sekitar 3 tahun yang lalu dan diduga tidak sesuai dengan peruntukannya.
Berdasarkan informasi yang di peroleh Jum’at (26/03/2022) dari salah satu anggota kelompok tani (Koptan) Karya Bakti yang tidak ingin namanya di publikasikan menuturkan kepada media ini bahwa dirinya juga heran semenjak Embung itu berdiri dan sampai sekarang tidak pernah berfungsi sama sekali, bahkan mesin penyedot dan pipa dari sumur bor ke kolam penampungan tersebut tidak pernah dipasang.
“Embung itu berdiri hampir kurang lebih 3 tahun lah,” katanya.
Selanjutnya untuk Rencana Anggaran Belanja (RAB) serta spesifikasi bangunan dirinya mengaku tidak mengetahui dan yang mengerjakan juga bukan kita tapi orang lain yang didatangkan dari luar.
“Secara persis berapa anggaran yang di gunakan untuk Pembuatan embung tani tersebut saya tidak mengetahui karena saya tidak melihat RAB nya, kalo berdasarkan informasi itu anggarannya lumayan besar juga pak,” Jelasnya.
Awak media bersama Tim investigasi mencoba menelusuri dan mengkroscek lokasi Embung tersebut dengan tidak lupa mengajak serta Ketua RT setempat M.Isa untuk menjadi petunjuk jalan ke lokasi tersebut.
Setelah tiba di lokasi, memang terlihat bangunan yang ditumbuhi semak belukar disekelilingnya, tampak terlihat bangunan tersebut tidak terurus dan masih banyak tumpukan kayu kayu di dalam bak penampungan seolah olah pekerjaan tersebut sengaja dikebut atau dipercepat karena tampak acian semen yang amburadul di setiap titik tiang siku, serta tumpukan kayu persegi dan papan berserakan di tengah tengah kolam penampungan tersebut
Selain itu tampak pula ada bangunan yang lebih kecil dari kolam penampungan yang terletak di sampingnya dan awak media menduga bangunan tersebut adalah tempat mesin sumur bor dikarenakan adanya pipa besar yang tertancap ke dasar tanah serta mengeluarkan air.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari, Maramulya Pane SP, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya lagi berada dilapangan.
“Saya lagi dilapangan, kalau bisa kita ketemu untuk penjelasannya, Trims,” tulisnya singkat pesan WhatsAppnya.
Sekjen DPD PUSPA -RI (Pusat Study Pembangunan Republik Indonesia) Kabupaten Batanghari, Habibullah meyakini jika embung tersebut nantinya tidak dapat difungsikan karena itu hanya tadah hujan, tidak ada sumber air yang memadai dan hanya mengandalkan sumur bor kemudian luas dan kedalamannya tidak sesuai.
“Bagaimana mungkin dapat mengairi lahan pertanian kalo model embung seperti bak mandi,” ujarnya.
“Jika memang bangunan ini tidak berfungsi ada hal apa yang menjadi kendalanya dan saya menduga pasti pembangunan Embung ini awalnya tidak beres,ini uang rakyat jangan di digunakan yang tidak ada azas manfaatnya,” bebernya.
Habibullah menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan menyurati Pihak Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Batanghari, dan jika memang tidak ada tanggapan kita akan melaporkan temuan ini ke Inspektorat maupun ke Kejaksaan termasuk ke Polres Batanghari untuk segera melakukan pengecekan ke Lokasi tersebut. (ary)

