Bupati Jember Bakal Evaluasi Berkala untuk Menyempurnakan Program Home Care

JEMBER, BITNews.id – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengevaluasi pelaksanaan program Homecare yang baru diluncurkan agar pelayanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah dapat berjalan lebih optimal.

Evaluasi dilakukan dengan menghimpun masukan dari masyarakat maupun petugas di lapangan.

Hal itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait saat menghadiri pertemuan kader Posyandu dan RT/RW di Balai Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, Rabu (29/7/2026).

Dalam agenda tersebut, ia juga meninjau pelaksanaan layanan Homecare yang mulai diterapkan di sejumlah wilayah.

Baca Juga :  Sebanyak 34 KK Warga Desa Sungai Dusun Terima BLT DD

Menurut Gus Fawait, program tersebut masih memerlukan penyempurnaan karena merupakan kebijakan baru.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan perbaikan agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu.

“Ini kebijakan baru, sehingga masih perlu perbaikan-perbaikan. Harapannya nanti program ini bisa semakin ideal, mampu mengatasi persoalan masyarakat kecil, dan mendukung cita-cita menghadirkan dokter keluarga bagi keluarga kurang mampu,” ujar Fawait.

Baca Juga :  Gedung Baru Bank Jambi Rencana Akan Ditemapati Diawal Tahun 2022

Ia menjelaskan, pelaksanaan Homecare didukung dengan pemanfaatan fasilitas yang telah dimiliki pemerintah daerah, termasuk kendaraan operasional milik organisasi perangkat daerah (OPD).

Armada tersebut digunakan untuk menunjang mobilitas petugas puskesmas dalam memberikan layanan kesehatan kepada warga.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Fawait juga menegaskan pemerintah daerah ingin membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan masyarakat.

Menurutnya, kedekatan antara pemimpin dan warga tidak boleh hanya terjadi saat momentum politik.

Baca Juga :  Tanya Apa Saja Tentang Motor Honda, Call SISCA Aja!

“Bisa menyaksikan sendiri bahwa tidak ada batas antara rakyat dengan pemimpinnya. Kedekatan ini bukan hanya ketika pemilu, tetapi ketika jauh dari agenda politik apa pun,” katanya.

Selain membahas pelayanan kesehatan, pertemuan itu juga diwarnai penyampaian aspirasi kader Posyandu dan RT/RW terkait peningkatan honor.

“Usulan tersebut merupakan aspirasi yang wajar dan akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dengan melihat kemampuan anggaran,” pungkasnya. (Adv)