Gandeng Aviation FT Sultan Taha, Bapas Kelas I Jambi Akan Gelar Pelatihan Menjahit bagi Klien Bapas

JAMBI,BITNews.id – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian klien pemasyarakatan dengan menggelar rapat persiapan Pelatihan Menjahit Gelombang Kedua pada Kamis (03/07/2025).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Bapas Jambi dengan Aviation FT Sultan Taha.

Pelatihan ini ditujukan bagi klien yang sedang menjalani masa reintegrasi sosial, sebagai bekal keterampilan praktis untuk membangun usaha mandiri setelah masa bimbingan selesai.

Baca Juga :  Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu Tekankan Transparansi dalam PPDB

Program pelatihan akan berlangsung selama tiga bulan, bertempat di Rumah Edukasi Pertamina yang berlokasi di lingkungan Bapas Jambi, Jalan Jenderal Basuki Rahmat, Kotabaru, Kota Jambi.

Ketua Panitia Pelatihan, Nasrul, mewakili Kepala Bapas Jambi Dwi Santosa, menegaskan pentingnya kesinambungan pembinaan keterampilan bagi klien.

“Melalui media ini, kami menginformasikan dan mengimbau seluruh klien Bapas Jambi yang berminat mengikuti pelatihan menjahit agar segera menghubungi Pembimbing Kemasyarakatan (PK) masing-masing. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menumbuhkan semangat untuk memulai hidup baru yang lebih mandiri,” ujar Nasrul.

Baca Juga :  Angkutan Batu Bara Penyebab Utama Kemacetan Lalu Lintas di Jambi

Menurutnya, pelatihan ini merupakan kelanjutan dari gelombang pertama yang dinilai berhasil dan menjadi bagian dari strategi reintegrasi sosial yang berkelanjutan.

Ia menambahkan, keterlibatan mitra eksternal seperti Aviation FT Sultan Taha menjadi kunci sukses program pembinaan ini.

“Kolaborasi lintas sektor sangat penting dalam upaya pemberdayaan klien pemasyarakatan. Ini adalah bentuk nyata sinergi antara pembinaan dan pemberdayaan yang konkret,” tutup Nasrul.

Baca Juga :  Pandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Kota Jambi Terhadap (LKPJ) Walikota Jambi TA 2020

Pelatihan menjahit ini diharapkan dapat mengurangi angka residivisme serta membekali klien dengan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam dunia kerja atau wirausaha. (Red)